TEBAR JILBAB SMA 14 BANDUNG
>> Selasa, 02 Februari 2010
Bandung – melihat perkembangan remaja saat ini sangatlah mengkhawatirkan. Baik dalam pergaulan maupun pendidikan. Banyak anak – anak yang beranjak menjadi remaja, namun terlepas dari kontrol sosial dari orang tuanya. Sehingga hal ini dapat menjerumuskan anak yang beranjak remaja tadi ke dalam pergaulan bebas. Selain pergaulan bebas yang menjadi sorotan masalah remaja saat ini, ada hal lain lagi yang juga cukup memprihatinkan bagi orang tua, yaitu masalah penampilan. Anak remaja saat ini banyak yang berpakaian kurang pantas khususnya saat berada di sekolah. Banyak yang memakai baju seragam yang dibuat ketat, rok diatas lutut, dan lain - lainnya.
Berawal dari keprihatinan ini, sebuah lembaga sosial yang bergerak di bidang remaja yang bernama LP2I Bandung (Lembaga Pengembangan Potensi Insani) berinisiatif mengadakan sebuah acara yang di sebut dengan Tebar 1000 Jilbab (TJ). Menurut Detriyana ketua dari divisi Insidental yang membawahi acara ini, mengatakan bahwa acara ini diharapkan mampu menjadi sebuah stimulus untuk sebuah perubahan dalam berpakaian khususnya remaja muslimah saat ini. Sedangkan untuk tujuan dasarnya sendiri dari diadakan acara ini yang pertama memberikan pengetahuan tentang manfaat dan hukum mengenakan jilbab. Kedua, menampik opini-opini negatif seputar jilbab. Ketiga, memotivasi peserta untuk mengenakan Jilbab. Keempat menciptakan komunitas yang kondusif dan saling mendukung dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa.
Acara ini sudah berjalan 6 kali. Yang terakhir diadakan di SMA 14 Bandung, jumat 17 Juli 2009. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 250 siswa yang terbagi menjadi 3 kelas. Dua kelas anak putra dan 1 kelas anak putri. Pemberian materi pun dibedakan, untuk siswa putra diberi materi tentang pentingnya mencari ilmu, sedangkan untuk putrinya adalah tentang pentingnya berjilbab.
Dalam acara ini menghadirkan seorang pembicara dari aktivis pengelola wakaf dari yayasan Percikan Iman yaitu Sandra, dan juga trainer muda Bandung yaitu Wanda dan Demi,. Sandra menyampaikan hal – hal yang berhubungan dengan jilbab untuk siswa akhwat. Sedangkan Wanda dan Demi menyampaikan hal – hal yang berkaitan dengan motivasi mencari ilmu untuk siswa ikhwan.
Selain diisi dengan ceramah, diisi juga dengan sebuah simulasi berjilbab untuk peserta akhwat. Dimana yang menjadi peserta adalah siswa yang belum berjilbab dan yang sudah berjilbab. Peserta berjumlah lebih dari 10 pasang, satu berjilbab yang satu tidak. Peserta yang sudah berjilbab bertugas mendadani peserta yang belum berjilbab. Setelah selesai masing – masing pasangan disuruh untuk memperlihatkan hasilnya kepada teman – temannya dengan cara berjalan ke tengah – tengah audience. Dari 17 pasang ini, diambil 3 pasang yang akan menjadi juara satu, dua, dan tiga.
Kriteria pemenang sebenarnya sederhana saja, yaitu tetap syar’i dan modis. Dari sekian peserta tadi, diambil 3 pemenang yang berhak mendapatkan hadiah dari panitia (LP2I).
Dalam acara simulasi ini, mereka terlihat antusias sekali. Septy Bidadari, salah satu panitia TJ mengatakan, semoga setelah mereka mengikuti simulasi yang sederhana ini mempunyai sebuah keinginan yang mulia yaitu berniat memakai jilbab.
Acara berakhir meriah dengan penyebaran jilbab putih sebanyak 135 buah, pin TJ dan juga stiker TJ. Pemberian souvenir ini berharap dapat mengingatkan tentang eksistensi jilbab yang telah diadakan LP2I.
Follow up dari acara ini adalah adanya pemantauan secara istiqomah dari pihak LP2I terhadap peserta TJ, khususnya yang belum berjilbab tadi. Agar termotivasi untuk memakai jilbab secara istiqomah. Pemantauan dilakukan melalui layanan facebook yang tergabung dalam group Tebar 1000 Jilbab dan melalui mentoring yang dilakukan oleh team LP2I yang ditugaskan.
Ladang Amal masih kami buka seluas-luasnya.
Silakan untuk menyalurkan melalui :
Mandiri no Rek 131-00-0640044-6 an Detriana Margita Sari
BSM no Rek 003.011.0562 an Lintang Dwi Febridiani
BNI no Rek 0121324382 an Lintang Dwi Febridiani
Berawal dari keprihatinan ini, sebuah lembaga sosial yang bergerak di bidang remaja yang bernama LP2I Bandung (Lembaga Pengembangan Potensi Insani) berinisiatif mengadakan sebuah acara yang di sebut dengan Tebar 1000 Jilbab (TJ). Menurut Detriyana ketua dari divisi Insidental yang membawahi acara ini, mengatakan bahwa acara ini diharapkan mampu menjadi sebuah stimulus untuk sebuah perubahan dalam berpakaian khususnya remaja muslimah saat ini. Sedangkan untuk tujuan dasarnya sendiri dari diadakan acara ini yang pertama memberikan pengetahuan tentang manfaat dan hukum mengenakan jilbab. Kedua, menampik opini-opini negatif seputar jilbab. Ketiga, memotivasi peserta untuk mengenakan Jilbab. Keempat menciptakan komunitas yang kondusif dan saling mendukung dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa.
Acara ini sudah berjalan 6 kali. Yang terakhir diadakan di SMA 14 Bandung, jumat 17 Juli 2009. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 250 siswa yang terbagi menjadi 3 kelas. Dua kelas anak putra dan 1 kelas anak putri. Pemberian materi pun dibedakan, untuk siswa putra diberi materi tentang pentingnya mencari ilmu, sedangkan untuk putrinya adalah tentang pentingnya berjilbab.
Dalam acara ini menghadirkan seorang pembicara dari aktivis pengelola wakaf dari yayasan Percikan Iman yaitu Sandra, dan juga trainer muda Bandung yaitu Wanda dan Demi,. Sandra menyampaikan hal – hal yang berhubungan dengan jilbab untuk siswa akhwat. Sedangkan Wanda dan Demi menyampaikan hal – hal yang berkaitan dengan motivasi mencari ilmu untuk siswa ikhwan.
Selain diisi dengan ceramah, diisi juga dengan sebuah simulasi berjilbab untuk peserta akhwat. Dimana yang menjadi peserta adalah siswa yang belum berjilbab dan yang sudah berjilbab. Peserta berjumlah lebih dari 10 pasang, satu berjilbab yang satu tidak. Peserta yang sudah berjilbab bertugas mendadani peserta yang belum berjilbab. Setelah selesai masing – masing pasangan disuruh untuk memperlihatkan hasilnya kepada teman – temannya dengan cara berjalan ke tengah – tengah audience. Dari 17 pasang ini, diambil 3 pasang yang akan menjadi juara satu, dua, dan tiga.
Kriteria pemenang sebenarnya sederhana saja, yaitu tetap syar’i dan modis. Dari sekian peserta tadi, diambil 3 pemenang yang berhak mendapatkan hadiah dari panitia (LP2I).
Dalam acara simulasi ini, mereka terlihat antusias sekali. Septy Bidadari, salah satu panitia TJ mengatakan, semoga setelah mereka mengikuti simulasi yang sederhana ini mempunyai sebuah keinginan yang mulia yaitu berniat memakai jilbab.
Acara berakhir meriah dengan penyebaran jilbab putih sebanyak 135 buah, pin TJ dan juga stiker TJ. Pemberian souvenir ini berharap dapat mengingatkan tentang eksistensi jilbab yang telah diadakan LP2I.
Follow up dari acara ini adalah adanya pemantauan secara istiqomah dari pihak LP2I terhadap peserta TJ, khususnya yang belum berjilbab tadi. Agar termotivasi untuk memakai jilbab secara istiqomah. Pemantauan dilakukan melalui layanan facebook yang tergabung dalam group Tebar 1000 Jilbab dan melalui mentoring yang dilakukan oleh team LP2I yang ditugaskan.
Ladang Amal masih kami buka seluas-luasnya.
Silakan untuk menyalurkan melalui :
Mandiri no Rek 131-00-0640044-6 an Detriana Margita Sari
BSM no Rek 003.011.0562 an Lintang Dwi Febridiani
BNI no Rek 0121324382 an Lintang Dwi Febridiani


